INTI
Festival Budaya Tionghoa Kepri
Sosial Budaya10 April 2025

Festival Budaya Tionghoa Kepri 2025 Tampilkan 20 Sanggar Seni dari 5 Kabupaten/Kota

Festival Budaya Tionghoa Kepri kembali digelar dengan skala lebih besar, menampilkan 20 sanggar seni dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga.

BATAM — Alun-alun Batam Centre menjadi lautan warna dan budaya dalam Festival Budaya Tionghoa Kepri 2025 yang digelar INTI Kepri selama dua hari. Sebanyak 20 sanggar seni dari lima kabupaten/kota di Kepri unjuk kebolehan dalam berbagai penampilan seni tradisional Tionghoa.

Ragam Penampilan Memukau

Festival dibuka dengan atraksi barongsai dan liong sepanjang 50 meter yang melibatkan 30 penari terlatih. Penampilan dilanjutkan dengan tari kipas, opera Hokkien, pertunjukan wayang potehi, demonstrasi kaligrafi raksasa, serta kompetisi memasak masakan tradisional Tionghoa Kepri.

Tak hanya seni pertunjukan, festival ini juga menampilkan pameran foto sejarah komunitas Tionghoa di Kepri, bazar kuliner dengan lebih dari 60 lapak, serta workshop membuat lampion dan angpao yang diminati pengunjung dari semua kalangan usia.

Pesan Kebhinekaan

Yang menarik, festival tahun ini secara khusus mengundang sanggar seni Melayu, Jawa, dan Batak untuk tampil bersama, menegaskan bahwa kekayaan budaya Tionghoa adalah bagian tak terpisahkan dari mosaik budaya Kepri.

Festival ini dikunjungi lebih dari 8.000 pengunjung selama dua hari, menjadikannya event budaya terbesar yang pernah diselenggarakan INTI Kepri.