
Pelatihan UMKM Digital INTI Kepri: Warga Tionghoa Batam Siap Bersaing di Era Digital
INTI Kepri bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Batam menggelar pelatihan digitalisasi bisnis bagi 80 pelaku usaha warga Tionghoa Kepri.
BATAM — Sebanyak 80 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Tionghoa dari Batam, Tanjungpinang, dan Karimun mengikuti pelatihan intensif bertajuk "Digitalisasi UMKM untuk Generasi Baru" yang diselenggarakan INTI Kepri bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam.
Materi Pelatihan Komprehensif
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari di Hotel Harris Batam Centre ini menghadirkan empat narasumber berpengalaman dari ekosistem digital nasional. Materi mencakup strategi pemasaran digital melalui media sosial, teknik fotografi produk untuk marketplace, manajemen keuangan digital, serta pendampingan pembuatan toko online di platform Tokopedia dan Shopee.
"Banyak pelaku UMKM kita yang produknya bagus, tapi belum tahu cara menjangkau pasar yang lebih luas. Pelatihan ini menjawab kebutuhan tersebut," ujar Koordinator Program INTI Kepri.
Antusias Peserta
Ibu Lim, pemilik usaha kue keranjang tradisional di Nagoya yang sudah berjalan 25 tahun, mengaku pelatihan ini membuka matanya pada peluang yang selama ini tersembunyi. "Saya tidak menyangka bisa berjualan kue Imlek ke pelanggan di Jakarta hanya dengan handphone. Ini luar biasa," katanya antusias.
INTI Kepri berencana melanjutkan program ini dengan sesi pendampingan bulanan dan pembentukan komunitas UMKM digital warga Tionghoa Kepri yang akan saling berbagi pengalaman dan peluang bisnis.